Bener Meriah Dinobatkan Sebagai Duta Kamtibmas Aceh 2018

Nurul Fajar 12 November, 2018 0


Lukman Hakim dan Sausan Adelia dari perwakilan Kabupaten Bener Meriah (SMAN 1 Timang Gajah) dinobatkan menjadi Duta Pelajar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Provinsi Aceh 2018. Pemilihan Duta Pelajar Kamtibmas Aceh merupakan program kerjasama antara Dinas Pendidikan Aceh dengan Kepolisian Daerah Aceh melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) di seluruh Aceh.
Sementara juara kedua diraih oleh Arif Rahman Risqullah dan Aan Raisul Syahrain dari perwakilan Kota Banda Aceh (SMAN 3 Kota Banda Aceh) serta juara ketiga diraih oleh Rafly Firza Putra dan Febi Saskia dari perwakilan Kabupaten Pidie (SMAS Sukma Bangsa).

Untuk juara harapan satu direbut oleh Hidayatullah dan Ayi Wahyuni dari perwakilan Kabupaten Nagan Raya (MAN Nagan Raya) kemudian juara harapan dua direbut oleh M. Rafly Ramadhan dan Fira Fadilah dari perwakilan Kabupaten Aceh Tengah (SMKN 1 Takengon).

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin, S. Pd, M. Pd pada malam penobatan Duta Pelajar Kamtibmas Provinsi Aceh 2018, Jumat (09/11/2018) malam, menyampaikan kepada para juara untuk dapat menerapkan ilmu yang diperoleh pada saat berada di lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Saya berharap seluruh peserta Duta Pelajar Kamtibmas Aceh agar dapat memberi teladan kepada sesama rekannya dan warga sekolah lainnya untuk bersama-sama menjadi motor penggerak kamtibmas di lingkungan sekolah dan masyarakat,” harapnya.

Kadisdik Aceh Syaridin, S. Pd, M. Pd menambahkan tujuan kegiatan ini, agar para pelajar dapat berperan aktif membantu pihak kepolisian dalam menjaga situasi keamanan. Menurutnya, dengan adanya duta pelajar kamtibmas maka akan dapat meredam perilaku menyimpang di kalangan pelajar, seperti tawuran, kenakalan remaja, pengaruh narkoba, dan hubungan bebas yang marak terjadi.

“Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap terjadinya pelanggaran keamanan, hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan yang mereka miliki. Apalagi anak-anak masih belum berpikir panjang jika ingin melakukan sesuatu” ujarnya.

Sementara Wadir Binmas Polda Aceh, AKBP Drs Arsyad KH mengatakan lomba ini sebagai salah satu sarana untuk menumbuh kembangkan pelajar sebagai pelopor atau menjadi contoh bagi rekan-rekannya agar tidak terjadi kekerasan dalam lingkungan sekolah, mencegah peredaran gelap narkoba maupun informasi-informasi yang dapat merusak pola pikir dan pola tindak dari pelajar.

“Generasi muda Aceh agar membentengi diri dari bahaya narkoba. Jajaran kepolisian siap bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Aceh dalam memberantas narkoba dikalangan pelajar melalui program Polisi Saweu Sikula, ujar Arsyad.

Adapun metode seleksi Duta Kamtibmas Aceh 2018 ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan terbuka di depan dewan juri dan tamu undangan kepada peserta seleksi melalui enam kategori yakni pengaruh bahaya narkoba, ketertiban berlalu lintas, wawasan kebangsaan, indispliner, kekerasan terhadap pelajar di lingkungan sekolah dan perkembangan teknologi informasi.|Fikri