Dinas Pendidikan Aceh Berikan Penghargaan Kepada Insan Berjasa Bidang Pendidikan

Nurul Fajar 11 Desember, 2018 0


Dinas Pendidikan Aceh memberikan anugerah penghargaan kepada insan yang telah berjasa dalam bidang Pendidikan. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh pada malam resepsi Hari Guru Nasional (HGN) Provinsi Aceh, Minggu (8/12/2018) yang bertempat di aula SMK 1, 2 dan 3 Banda Aceh.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S. Pd, M. Pd menyampaikan terimakasihnya kepada insan penerima anugerah penghargaan bidang Pendidikan ini. Menurutnya, hal ini patut menjadi contoh bagi semua masyarakat lainnya.
“Kami dengan bangga memberikan penghargaan kepada para insan peduli Pendidikan ini, karena mereka telah banyak berbuat untuk kemajuan Pendidikan Aceh selama ini” ujarnya.
Beberapa orang yang mendapatkan penghargaan bidang pendidikan, yaitu :
Almarhum Sayuti Aulia adalah sosok guru yang sangat peduli dan aktif memperjuangkan nasib guru semasa hidupnya. Pria yang lahir di Aceh Utara pada 31 Desember 1958 ini guru yang paling dikenal oleh semua guru bahkan pejabat Aceh.
Pria pemberani ini menamatkan sekolah di SD Matang Geulumpang Dua tahun 1974. SMP Matang Geulumpang Dua PGA 1979.
Berawal karier sebagai Guru SMP 1 Sabang pada 1983 sampai 2003. Saat di Sabang pejuang nasib guru ini juga pemasok mobil eks Singapura ke pulau Weh Sabang. Kemudian Sayuti Aulia pindah ke Banda Aceh menjadi Guru SMP 12 Banda Aceh dari 2004 sampai 2018. Menjelang pensiun pahlawan guru mulai sakit dan tidak lama sakit beliau meninggal dunia.
Selain Sayuti Aulia, penghargaan juga diberikan kepada sosok guru yang ikhlas bekerja bagi anak-anak pemulung di Gampong Pandee, Kota Banda Aceh yaitu Ibu Maulidar Yusuf, S. Pd. I. Sosok peduli pendidikan ini telah mendirikan sekolah taman kanak-kanak pemulung sejak tahun 2012. Maulidar Lahir di Sigli 18 September 1991 dan menamatkan kuliahnya di Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.
Lalu penghargaan ketiga diberikan kepada Ronald Simanjuntak, yang lahir 10 Desember 1953, beliau merupakan guru honorer sejak tahun 1993 hingga sekarang, di SD Telaga Bakti, kabupaten Singkil.
Kemudian, Muzdalifah, S.Pd yang lahir 18 Agustus 1986 merupakan guru honorer di SLB labui, Kota Banda Aceh dan Muliadi, SP.d yang lahir di Payakumbuh 27 February 1983, merupakan guru SLB dari Kota Langsa. Keduanya adalah penyandang tunanetra sekaligus juga guru untuk siswa tunanetra di tempatnya masing-masing.|Fikri