Dinas Pendidikan Aceh Bina MKKS SMA se-Aceh

Nurul Fajar 14 September, 2018 0


Dinas Pendidikan Aceh melakukan pembinaan dan pendampingan program bagi kepala sekolah untuk jenjang SMA seluruh Aceh. Hal itu dilakukan dalam rangka percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan di Aceh. Dinas Pendidikan Aceh mulai tahun ini akan menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin, S.Pd, M.Pd didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Zulkifli, S.Pd, M.Pd  saat membuka Kegiatan Pembinaan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se Aceh yang berlangsung di Banda Aceh, Jumat (14/09/2018).
Kadisdik Aceh Syaridin, S.Pd, M.Pd mengimbau agar seluruh kepala sekolah yang ada di Aceh agar memiliki komitmen dan berintegritas dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Kepala Sekolah juga diminta untuk dapat menjadi contoh bagi guru dan siswa di sekolah.
“Berdasarkan Permendikbud Nomor 15 tahun 2018 tersebut kepala sekolah memiliki tugas dan tanggungjawab yang besar diantaranya merupakan menjalankan fungsi manajerial, pengembangan kewirausahaan dan melakukan supervisi guru dan tenaga kependidikan” ujarnya.
Kadisdik menjelaskan terkait dengan tugas dan posisinya yang sangat strategis, maka kepala sekolah dituntut memiliki kreatifitas, yakni kemampuan untuk mewujudkan ide dan imajinasi serta keinginannya menjadi kenyataan. Untuk menjadi kreatif, kepala sekolah harus memiliki imajinasi, harus memiliki kekuatan ide melahirkan sesuatu yang belum ada sebelumnya. Kemudian untuk menjadi orang kreatif dia juga harus berusaha mencari cara agar ide tersebut dapat diwujudkan menjadi kenyataan.
“Untuk menjadi kreatif setiap kepala sekolah harus memiliki ide dan karya. Ide dan gagasan tanpa karya hanya akan menghasilkan mimpi-mimpi indah tanpa membawa perubahan, sebagaimana juga karya tanpa gagasan baru hanya akan menghasilkan stagnasi” jelasnya.
Ia menambahkan tugas kepala sekolah sebagai seorang manajer, sangat kompleks, tidak sekedar mengelola kurikulum dan buku ajar, tapi juga SDM para guru, staf tata usaha dan juga mengelola serta mengembangkan aset dan mengelola keuangan sekolah.
“Dengan demikian, dia harus memiliki tiga kecerdasan, yakni kecerdasan profesional, kecerdasan personal dan kecerdasan manajerial. Kecerdasan profesional adalah penguasaan terhadap berbagai pengetahuan dalam bidang tugasnya, yakni pendidikan. Seorang kepala sekolah harus menguasai teknik penyusunan kurikulum, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi, pengelolaan kelas, dan berbagai pengetahuan tentang pendidikan dan pembelajaran” ungkapnya.
Menurutnya, adapun hal yang sangat penting yang harus dilakukan kepala sekolah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya, yakni peningkatan kualitas proses dan hasil belajar. Kunci utama peningkatan mutu tersebut adalah guru. Pendidikan yang baik harus ditopang oleh guru yang memiliki kapabilitas, loyalitas dan integritas, serta akuntabilitas pelaksanaan tugas.
Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKL Zulkifli, S.Pd, M.Pd mengatakan program penguatan kepala sekolah dilakukan dengan pelatihan-pelatihan terkait tugas dan fungsi kepala sekolah hingga bisa melakukan managemen sekolah dengan baik, hingga terciptanya sekolah yang berprestasi sehingga akan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Aceh.
“Kepala sekolah adalah ujung tombak baik buruknya proses belajar dan mengajar di sekolah. Kepala sekolah juga harus mampu menjadi motivator dan membuat perencanaan yang baik agar tercipta situasi belajar yang efektif dan efisien,” katanya.
Zulkifli menjelaskan bahwa salah satu persyaratan untuk menjadi kepala sekolah adalah memiliki sertifikat kepala sekolah yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan pemerintah, sesuai dengan jenjang sekolah yang dipimpinnya. Diharapkan dengan dilaksanakan pembinaan kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi.
“Dalam konteks peningkatan dan pengembangan profesionalisme guru, kepala sekolah harus memiliki data sebagai pijakan untuk melakukan perubahan. Kepala Sekolah juga harus mendampingi para guru untuk melaksanakan proses pembelajaran agar tetap konsisten menuju tercapainya tujuan yang disepakati bersama dan sesuai dengan kebutuhan para siswa sebagai warga belajar” demikian Kabid Pembinaa SMA dan PKLK Zulkifli, S.Pd, M.Pd. | Rizal Fikri TA, S.Pd.I