Duta Pelajar Sadar Hukum Daerah Ikuti Seleksi Tingkat Provinsi Aceh

Nurul Fajar 12 November, 2018 0


Sebanyak 23 pasangan pelajar perwakilan Kabupaten/Kota di Aceh mengikuti ajang pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum Provinsi Aceh tahun 2018. Ajang ini merupakan bagian dari program jaksa masuk sekolah yang merupakan bentuk kerjasama antara Dinas Pendidikan Aceh dengan Kejaksaan Tinggi Aceh.
Pada pembukaan ajang pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum Provinsi Aceh tahun 2018 tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin, S. Pd, M. Pd, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Irdam, SH, MH, Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh, Drs Syarbaini, M. Si, Kajari se-Aceh, Plt Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan para Kasi dan Kasubbag Disdik Aceh yang berlangsung sejak 12 hingga 14 November 2018 di Kota Banda Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin, S. Pd, M. Pd menyampaikan upaya penanaman dan pemahaman terhadap norma hukum kepada masyarakat harus dimulai sejak usia dini. Para pelajar menurutnya, patut mendapatkan bimbingan terhadap norma hukum yang berlaku saat ini, hal itu diperlukan untuk bekal hidup mereka di lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Ajang ini merupakan bentuk tindak lanjut dari program jaksa saweu sikula yang kita gagas bersama. Kegiatan ini juga akan dirangkai dengan rapat koordinasi antara cabang dinas pendidikan dengan kejari seluruh Aceh untuk membahas tentang permasalahan hukum di lingkungan sekolah” jelasnya.

Selain pemilihan duta pelajar sadar hukum, Kadisdik Aceh menginginkan agar para duta daerah tersebut mendapatkan pembelajaran secara langsung ke lapangan, seperti ke Kejaksaan Tinggi Aceh, Lembaga Pemasyarakatan (LP), Persidangan. Hal itu dinilai akan dapat mengedukasi para pelajar untuk lebih dekat mengenal kejaksaan.

Sementara Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Irdam, SH, MH mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk dapat meningkatkan kesadaran hukum khususnya dilingkungan sekolah. Menurutnya, dalam pelaksanaan ajang pemilihan duta pelajar sadar hukum ini, Aceh merupakan daerah pertama yang melaksanakannya.
“Ini kita lakukan sebagai langkah efektif dalam menyikapi berbagai masalah terutama kejahatan yang melibatkan generasi muda. Program ini sebagai upaya agar masyarakat lebih sadar hukum guna mencegah terjadinya pelanggaran hukum,” katanya.

Diharapkan dengan adanya duta pelajar sadar hukum maka akan dapat menurunkan angka pelanggaran hukum terutama di lingkungan sekolahnya amsing-masing. Sekembalinya mereka, Ia berharap para Duta Pelajar Sadar Hukum tersebut bisa memberikan pemahaman dan kesadaran hukum kepada lingkungannya.|Fikri