Fachrul Razi dan Intan Wahyuni Duta Pelajar Sadar Hukum Aceh 2018

Nurul Fajar 14 November, 2018 0


Fachrul Razi dan Intan Wahyuni dinobatkan sebagai Duta Pelajar Sadar Hukum Provinsi Aceh tahun 2018. Keduanya merupakan pelajar SMAN Unggul Kabupaten Aceh Timur yang berhasil menyisihkan 44 finalis lainnya dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh.
Sedangkan juara kedua diraih Reyki Fitra Rajul (Simeulue) dan Keefi Kienan (Bireuen) serta juara ketiga diraih Zulfakar Surya ZA (Kota Subulussalam) dan Vebrilia Marjimah Putri Afi (Kota Banda Aceh). Kemudian juara harapan satu dan dua diraih masing-masing oleh Maurel Cinta Rajasa (Kota Banda Aceh) dan Saleha Yulia Mentari (Aceh Jaya) serta Syifa Andria (Bireuen) dan Nadia Zulmi (Simeulue).

Perolehan juara tersebut diumumkan setelah mereka mengikuti seleksi ajang itu di Hotel Grand Aceh Syariah, Kota Banda Aceh selama dua hari yang berakhir pada Selasa (13/11/2018) malam. Kegiatan itu dilaksanakan atas kerjasama Dinas Pendidikan Aceh dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh.

Turut hadir dalam penutupan ajang Duta Pelajar Sadar Hukum Provinsi Aceh tahun 2018, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S. Pd, M. Pd, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh Irdam, SH, MH, Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Muslem Yacob, S. Ag, M. Pd, Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh, Drs. Syarbaini, M. Si, para Plt. Kepala Cabang Disdik se Aceh, para Kasi dan Kasubbag Disdik Aceh dan para Kejari se Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S. Pd, M. Pd pada saat menutup ajang tersebut menyampaikan pihaknya akan menjadikan program tersebut sebagai program tahunan dan pelaksanaannya akan ditingkatkan lagi. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dilanjutkan untuk menciptakan generasi-generasi muda Aceh yang sadar hukum di lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Setelah mereka di karantina selama dua hari disini dengan berbagai ilmu yang menyangkut dengan hukum, mereka juga akan kita bawa untuk berkunjung langsung ke lapangan untuk melihat secara nyata tempat-tempat yang berkaitan dengan kejaksaan dan hukum, seperti ke LP, Kejati Aceh, Pengadilan, dan lain-lainnya” kata Kadisdik Aceh.

Kadisdik Aceh, Syaridin, S. Pd, M. Pd menambahkan kepada para finalis dari kabupaten/kota untuk dapat mensosialisasikan program-program yang berkaitan dengan hukum di Indonesia kepada teman sejawat, guru dan setiap orang yang ada di lingkungan sekolah dan masyarak di daerahnya masing-masing.

“Dengan adanya duta pelajar sadar hukum ini kita harapkan akan melahirkan generasi yang patuh terhadap aturan hukum yang berlaku dan tidak terjerumus ke dalam kenakalan remaja yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarganya” harapnya.

Sementara Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh Irdam, SH, MH mengatakan kegiatan itu bertujuan menanamkan kesadaran hukum kepada pelajar sejak dini. Menurutnya, ini merupakan salah satu bentuk dari upaya pencegahan yang dilakukan pihaknya untuk menekan jumlah pelanggaran hukum di Aceh.
“Kita berharap program ini akan terus berlanjut dan para duta yang ada disini nantinya bisa memberikan pemahaman dan kesadaran hukum kepada orang lain saat kembali ke daerah masing-masing terutama di lingkungan sekolahnya” ungkapnya.

Ia juga mengapreasiasi pelaksanaan duta pelajar sadar hukum yang dilakukan Disdik Aceh bersama Kejati Aceh itu. Menurutnya, Aceh patut menjadi model bagi pelaksanaan ajang serupa di tingkat nasional nantinya.

Kegiatan itu ditutup dengan penampilan penyampaian komitmen dari Duta Pelajar Sadar Hukum Provinsi Aceh tahun 2018, Fachrul Razi dan Intan Wahyuni. Mereka menyampaikan beberapa program kerja yang akan diakukan, yaitu akan memperingati hari hukum dan konstitusi atau hari disahkanya UUD 1945 bersama pelajar, guru dan warga sekolah lainnya. “Kami juga akan berkonsultasi dengan pemangku kepentingan terakit pemberlakuan jam malam bagi pelajar di Aceh” ujarnya.

Kepada juara pertama diberikan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 7 juta, juara kedua diberikan uang tunai masing-masing senilai Rp 6 juta, dan juara ketiga mendapatkan uang tunai sebesar Rp 5 juta. Kemudian juara harapan satu masing-mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp 1,5 juta dan juara harapan mendapatkan uang tunai senilai Rp 1 juta.

Selain hadiah berupa uang tunai, mereka juga diberikan piagam dan sertifikat penghargaan. Khusus kepada juara pertama, kedua dan ketiga juga akan diikut sertakan pada Rapat Kerja Nasional Kejaksaan RI yang akan digelar di Bali.|Fikri