Kadisdik Aceh : Semua Sekolah Wajib Memasang Pamplet Akreditasi

Nurul Fajar 9 Oktober, 2018 0


Sebanyak 243 orang pengawas dari jenjang SMA sederajat mengikuti rapat koordinasi jenjang SMA/SMK dan SLB se Aceh tahun 2018 yang dilaksanakan sejak 7 hingga 10 Oktober 2018 di Takengon. Pengawas diminta untuk mengimbau kepada kepsek guna memasang pamplet akreditasi sekolah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S. Pd, M. Pd didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Muslem Yacob,S. Ag, M. Pd, Kabid Pengembangan GTK Nurhayati, S. Pd, MM, dan Tenaga Ahli Bidang Pendidikan Pemerintah Aceh Bakhtiar Ishak,bKasi Sarpras SMA Riswan desri, S. Pd, M. Pd beserta beberapa pejabat Dinas Pendidikan Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin, S. Pd, M. Pd saat membuka rakor pengawas se Aceh menyampaikan para pengawas untuk meningkatkan kinerja pengawasan di sekolah sesuai dengan juknis yang berlaku. Terutama menyangkut peningkatan akreditasi sekolah.

“Karena akreditasi sekolah adalah harga diri dari sebuah sekolah. Pengawas wajib membina dan mendampingi kepala sekolah agar memasang akreditasi sekolah didepan sekolah atau ditempat yang mudah dibaca agar orang menjadi tahu” ungkapnya.

Kadisdik Aceh menambahkan salah satu tugas pengawas adalah mengajak dan memotivasi kepala sekolah untuk dapat meningkatkan akreditasi sekolah. Karena jika lulusan sekolah tersebut tidak memiliki akreditasi, maka ijazahnya tidak dapat digunakan untuk mencari kerja.

“Nomenklatur sekolah unggul sudah dihapus, dan rencananya dana yang dulu digunakan untuk sekolah unggul akan dibagikan kepada seluruh sekolah untuk mengembangkan ekstrakurikulernya” ujarnya.

Menurutnya, masih ada pengawas yang malas untuk turun langsung ke sekolah yang ditugaskan, padahal tugas pengawas adalah mengawasi program pendidikan yang dijalankan oleh sekolah.

Sementara dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan sebanyak 62 mobiler berupa kursi dan meja untuk dua kelas yang diterima Kepala SMAN 19 Rusep Antara, Muhammad, S. Pd.

Sebelumnya ditahun 2018 ini SMAN 19 Rusep Antara juga telah mendapatkan bantuan peralatan komputer sebanyak 37 unit yang bersumber dari APBA dan APBN.

“Sebelumnya kami meminjam meja dan kursi belajar dari SMPN 19 Rusep Antara, karena sejak dari 2012 kami belum memiliki mobiler itu” ungkap Kepala SMAN 19 Rusep Antara, Muhammad, S. Pd.

Menurutnya, mobiler tersebut nantinya akan digunakan untuk untuk 2 kelas yaitu kelas X dan XI. Pada tahun 2019 Dinas Pendidikan Aceh juga akan membangun sebanyak dua ruang kegiatan belajar di SMA tersebut.