Kadisdik: Pers Silakan Publikasikan Pendidikan

Tekkomdik 26 September, 2018 0


BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin S.Pd, M.Pd mempersilakan pers mempublikasikan informasi positif tentang pendidikan seluas-luasnya kepada masyarakat tanpa harus meminta keterangan kepadanya. “Silakan langsung ditulis. Tapi, kalau ada isu yang kurang baik, tolong dikonfirmasi kepada pihak terkait,” ujarnya ketika memberi sambutan saat membuka Ekspo Pendidikan “Aceh Carong” di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Rabu (26/9).

Ajakan itu diserukan kepala dinas, karena pendidikan merupakan kepentingan bersama. Kepentingan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu harus tumbuh kesadaran kolektif dari publik, termasuk dari kalangan pers, untuk sama-sama membangun pendidikan. Sebab itu, jika ada isu yang kurang baik, jangan langsung ditulis. Tapi dikomunikasikan lebih dulu kepada pihak terkait. “Kalau itu menyangkut pengelolaan SMA dan SMK, silakan hubungi saya selaku kepala Dinas Pendidikan Aceh,” kata Syaridin.

Kadisdik menjelaskan, pameran pendidikan yang dilaksanakan bertujuan, selain memberi informasi kepada masyarakat juga sebagai motivasi kepada sekolah. “Dengan melakukan pameran, kita bisa menunjukkan prestasi terbaik yang pernah dicapai. Dengan demikian, pameran akan memicu kita untuk meningkatkan mutu sekolah. Jika mutu sekolah bagus, maka mutu pendidikan juga dengan sendirinya ikut bagus.”

Lebih lanjut ia mengemukakan, bahwa Aceh sudah mulai menunjukkan prestasi di level nasional. Terakhir, pada kegiatan O2SN 2018 di Yogyakarta, Aceh berhasil meraih 2 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Satu kebanggaan tersendiri, salah satu peraih medali emas, yaitu siswa SMPN 3 Banda Aceh akan mewakili Indonesiapada kejuaraan karate di Belgia, bulan Oktober.

Dalam bidang penilaian terhadap guru dan tenaga kependidikan, kata Kadisdik, Aceh juga telah mencapai peringakt yang bagus. Sekarang berada pada urutan ketiga nasional GTK terbaik.

Kadisdik mengabarkan, bahwa ia baru kembali dari acara O2SN Yogyakarta. Pada forum itu, Aceh telah ditetapkan sebagai tuan rumah O2SN yang akan datang. Karena itu, ia mengajak seluruh komponen pendidikan, mulai dari guru, kepala sekolah, hingga aparatur pada Dinas Pendidikan Aceh untuk melakukan persiapan. Pada penyelenggaraan FLS2N kemarin, kata Kadisdik, kita telah mendapatkan penilaian sebagai tuan rumah terbaik. Sehingga, pola yang telah dilakukan Aceh disarankan agar diadopsi oleh propinsi lain.

Di hadapan undangan yang sebagian besar merupakan kepala sekolah, Kadisdik menyampaikan berbagai informasi aktual tentang perkembangan pendidikan, termasuk yang berkembang dalam sidang pembahasan anggaran dengan Komisi V DPRA. Dikatakan, bahwa DPRA menyarankan kepada Dinas Pendidikan agar memberi reward kepada kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah yang telah menunjukkan kinerja dan prestasi. Sebagai contoh, para kepala sekolah yang telah melaksanakan tugas sebagai penerima tamu pada penyelengaraan FLS2N baru-baru ini.

Komisi V, kata kepala dinas, meminta agar dilakukan terobosan pada pola pembinaan sekolah. “Jangan terjebak pada pemikiran yang bersifat mainstream. Selama ini, kalau ada kepala sekolah dari sekolah yang dianggap hebat, dimutasikan ke sekolah biasa dinilai sebagai hukuman. Persepsi seperti ini harus diubah,” kata Syaridin sambil menambahkan, justeru pengalaman dan keberhasilan membangun sebuah sekolah sehingga menjadi sekolah hebat, harus ditularkan ke sekolah lain.

Dia mengajak seluruh komponen pendidikan, guru, kepala sekolah, pengawas sekolah dan unsur birokrasi untuk bergerak melakukan perubahan. “Tanggung jawab pendidikan Aceh ada di tangan kita. Kalau masih bekerja seperti dulu, tidak akan ada perubahan. Mari lakukan perubahan, agar mutu lulusan meningkat.

Mari sama2 bergerak. Kepala sekolah bergerak. Kepala sekolah mengerakkan guru. Guru gerakkan siswa. Baru mutu lulusan bisa meningkat,” dia menyemangati.

Kepala dinas juga mengapresiasi group kesenian tradisional yang ikut memeriahkan acara pembukaan ekspo pendidikan, khussusnya tari seudati. “Seudati merupakan kesenian daerah yang hampir punah. Padahal kesenian ini menampilkan sebuah nuansa yang indah untuk dinikmati,” ujarnya.

Ketua Panitia Ekspo Pendidikan Muslem S.Ag, M.Pd menjelaskan, bahwa kegiatan itu merupakan rangakaian kegiatan dalam rangka peringatan Hardikda ke-59 tahun 2018. Sebelumnya telah dilakukan upacara bendera, seminar pendidikan, lomba marching band, lomba paduan suara, lomba pidato, dan malam resepsi tanggal 29 September. Pada kegiatan penutup di aula SMK 1,2,3 Lhong Raya akan diserahkan penghargaan untuk berbagai kategori, termasuk kepada pelaku pendidikan berprestasi dan kabupaten/kota yang telah mencapai prestasi tertentu dalam bidang pendidikan.[*]