Kadisdik Tetapkan Kurikulum Aceh

Tekkomdik 29 September, 2018 0


BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin S.Pd, M.Pd secara resmi menetapkan Kurikulum Aceh dalam sebuah acara yang berlangsung di Hotel Grand Nanggroe kawasan Lueng Bata, Banda Aceh, Jumat (28/9). Inilah Kurikulum Pendidikan Islami yang mengadopsi kurikulum nasional, disebut juga Kurikulum Nasional Plus.

Di hadapan tamu undangan yang memenuhi aula Hotel Grand Nanggroe, Kepala Dinas Pendidikan menyatakan, bahwa pelaksanaan pendidikan Aceh mulai saat ini mengacu kepada kurikulum sendiri. “Izinkan saya mengucapkan selamat dan sukses Hari Pendidikan Aceh & launching Kurikulum Aceh,” ujar Syaridin.

Inti dari eksistensi Kurikulum Aceh adalah pada penambahan konten pelajaran agama Islam pada semua bidang studi yang diajarkan di sekolah.

Pada suatu ketika, Ketua tim Penyusun Kurikulum Aceh Prof Darwis A Soelaiman pernah berujar, bahwa Kurikulum Aceh sebenarnya adalah kurikulum nasional plus. Keseluruhan konten kurikulum nasional ada di dalam Kurikulum Aceh. “Letak perbedaan kurikulum Aceh yang disebut Kurikulum Islami itu ada pada penambahan materi Pendidikan Agama Islam (PAI) saja,” katanya.

Hal senada diungkapkan kembali oleh Kepala Dinas Pendidikan saat penetapan kurikulum Aceh. “Selain diperkaya pengintegrasian al-Qur’an dan hadist dalam semua mata pelajaran pada semua jenjang pendidikan, jumlah jam pelajaran agama Islam juga diperbanyak menjadi 9 jam,” kata kepala Dinas.

Khusus untuk jenjang SMK yang penyelenggaraan proses pembelajarannya lebih spesifik, selain di kelas, pola penambahan jam pelajaran agama juga dilakukan melalui program kokurikuler dan ekstrakurikuler. Untuk memastikan pencapaian target kurikulum, maka proses pembelajaran di SMK ditempuh dengan menerapkan pendidikan sistem ganda melalui pendekatan sistem block realise. Pendekatan ini sudah diperkenalkan sejak tahun … yang oleh Mendikbud waktu itu disebut dengan istilah link and mach. Ini adalah kebijakan mensinergikan proses pembelajaran di sekolah dengan dunia usaha/insdurti.

Sebab, pendidikan kejuruan merupakan media untuk mempersiapkan calon tenaga kerja produktif. Maka pola belajarnya berada di dua lingkungan, yaitu sekolah dan luar sekolah. Pendidikan sistem ganda (PSG) dengan kata lain adalah kegiatan pembelajaran menyiapkan siswa untuk terjun langsung ke dunia kerja.

Bagaiman menjamin ketercukupan alokasi waktu? “Hal ini disesuaikan dengan kondisi lapangan. Disinergikan dengan permintaan duian usaha/industri,” kata kepala Dinas.

Khusus untuk SMK diberi istilah khusus, yakni kurikulum edutechnoprenuer islami. Kurikulum smk yang berbasis teknologi dan kewirausahaan yang islami. Salah satu daya dukung untuk ini tersedianya mobile training unit (unit pelatihan bergerak).

Setelah dilaunching, Pemerintah Aceh akan mengeksekusi pemberlakukan Kurikulum Aceh di semua jenjang pendidikan. Untuk penerapan pada jenjang sekolah yang menjadi kewenangan kabupaten/kota, nantinya akan disampaikan melalui kebijakan Gubernur.[*]