Komisi X DPR RI Kunjungi Perpustakaan SMAN Modal Bangsa Aceh

Nurul Fajar 1 November, 2018 0


Perpustakaan merupakan salah satu alat yang sangat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dan karakter pelajar, melalui kebiasaan membaca maka akan timbul keinginan untuk menulis. Perpustakaan harus menjadi tempat yang nyaman dan memiliki banyak koleksi buku serta memiliki kemudahan untuk diakses. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. H. Abdul Fikri Faqih, MM saat meninjau perpustakaan SMAN Modal Bangsa pada reses masa persidangan I tahun 2018-2019, kamis (1/11/2018) di Provinsi Aceh.
Rombongan anggota komisi X DPR RI membidangi pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian, dan kebudayaan yang hadir ke Aceh berjumlah 17 orang, antara lain dr. Sofyan Tan, Jimmy Demianus, Muhammad Suryo Alam, Dwita Ria Gunadi, Sri Meliyana, Nuroji.
Lalu Anwar Idris, Jamal Mirdad, Leila Istiana, Yayuk Basuki, Dewi Coryati, A. Helmy Faishal Zaini, Arzeti Bilbina, Ledia Amaliah, Ratieh Sanggarwaty dan Endre Saifoel.

Mereka disambut Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S. Pd, M. Pd yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Zulkifli, S. Pd, M. Pd dan Kepala LPMP Aceh Khairullah S.Pd, M.Pd di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.
“Perpustakaan yang ada saat ini masih terlalu kecil untuk siswa yang berjumlah 400 orang. Kedepan perlu pembenahan untuk ruangan yang digunakan sebagai perpustakaan sekolah harus lebih besar supaya dapat menampung pengunjung lebih banyak lagi” ujar Abdul Fikri Faqih yang merupakan anggota fraksi PKS DPR RI dari wilayah pemilihan Jateng IX.

Menurutnya, perpustakaan yang ada di SMAN Modal Bangsa Aceh ini masih tergolong belum mengikuti perkembangan zaman, hal itu dikarenakan pencarian buku masih menggunakan cara manual dan belum beralih ke perpustakaan digital. Sedangkan untuk jumlah buku mata pelajaran Ia menilai sudah memadai dan sesuai dengan perintah di dapodik sekolahnya.

“Seiring dengan bagusnya perpustakaan maka budaya literasi pelajar juga akan meningkatkan. Dengan berbagai cara pihak Dinas Pendidikan Aceh harus mendorong lingkungan sekolah agar tergugah untuk membaca ke perpustakaan” katanya.
Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Zulkifli, S. Pd, M. Pd menyampaikan bahwa kedepan pihaknya berkomitmen untuk membenahi terkait infrastruktur dan sarana prasarana pendukung di perpustakaan SMAN Modal Bangsa khusunya dan sekolah lain yang ada di seluruh Aceh pada umumnya.

“SMAN Modal Bangsa ini nantinya akan menjadi ikon bagi sekolah lain di Aceh. Kita harapkan semua prasarana untuk sekolah ini akan lebih kita tingkatkan di masa yang akan datang, sehingga para tamu yang datang kesini benar-benar puas” ungkapnya.
Zulkifli menambahkan masukan yang disampaikan oleh Komisi X DPR RI ini nantinya akan menjadi catatan bagi pihaknya dan akan segera dibenahi agar pelayanan di perpustakaan sekolah dapat maksimal.

Kepala SMAN Modal Bangsa Aceh Dr. Anwar, M.Ed berharap agar pemerintah dapat menyediakan infrastrukur dan sarana prasarana pendukung serta bantuan pembiayaan di SMA tersebut. Pihaknya mengaku sudah menyampaikan ke dinas pendidikan agar lebih memaksimalkan perpustakaan yang ada di sekolah percontohan itu. “Sekolah ini sudah banyak menghasilkan prestasi yang dapat mengharumkan nama Aceh dikancah nasional bahkan internasional seperti pada tahun 2017 yang lalu dan pada 2018 ini. Sudah seyogyanya kita akan memperbaiki semua masukan yang diberikan hari ini” ungkapnya.

Ia menambahkan kondisi SMAN Modal Bangsa saat in I memiliki murid sebanyak 441 siswa dengan 16 Ruang Belajar dan diasuh oleh 40 guru pns dan non pns. Selain meninjau perpustakaan, anggota komisi X DPR RI juga melihat sejumlah sarana belajar seperti laboratorium kimia, laboratorium fisika dan ruang belajar siswa yang ada di SMAN Modal Bangsa Aceh Besar.

Sementara itu Komisi X DPR RI juga melakukan kunjungan wisata halal Kota Banda Aceh untuk melihat pembangunan dibidang wisata dan ekonomi kreatif yang ada di Provinsi Aceh. Kemudian mengadakan pertemuan dengan gubernur dan sejumlah kepala dinas yang berkaitan dengan pendidikan, pariwisata dan perekonomian.|Fikri