Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pendidikan Aceh. Jl. H. Mohd.Daud Beureueh No.22 Kutaalam, Banda Aceh

Pengumuman

FESTIVAL FILM DOKUMENTER UNTUK SISWA (FFDS) TINGKAT SMA/SMK/PLB se ACEH 2017

 

Ayo adik-adik, buruan daftarkan diri kamu dalam lomba ini dan menangkan hadiahnya. Info Selengkapnya klik disini

 

Berita Pilihan Redaksi

Siswa dari Aceh Utara Wakili Indonesia Lomba Internasional di Kazakhstan397 Sekolah di Aceh Laksanakan UNBK327 SMK Sudah Jadi Lembaga Sertifikasi Profesi

LHOKSEUMAWE-Dua siswa SMAN 1 Paya Bakong, Aceh Utara, Maulidi Rahmi dan Fadlon dipastikan mewakili Indonesia ke ajang Lomba Matrix Internasional di Kazakhstan Mei tahun depan. Kepastian itu diperoleh setelah kedua siswa dari pedalaman Aceh Utara ini meraih medali perak dalam ajang Indonesian Science Project Olimpiad, di Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, 24-26 Februari 2017 untuk kategori komputer.

Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN1 Lhokseumawe, Senin (10/4). Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), dan SMA Luar Biasa mengikuti UNBK berlangsung 10-13 April 2017.

JAKARTA-Sebanyak 327 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1). Ke-327 SMK itu sudah menerima Sertifikat Lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

TV Tekkomdik Aceh

Banda Aceh - Dinas Pendidikan Aceh merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW (27/02) di Aula Dinas Pendidikan Aceh. Acara Maulid Disdik Aceh dihadiri oleh Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah dan sejumlah pejabat lainnya

Generasi Muda Aceh Harus Paham Hardikda

KALAU mengacu pada Qanun Pendidikan Aceh, maka kualitas pendidikan daerah ini bisa lebih bagus dari daerah lain, sebab dalam qanun tersebut berbagai hal telah diatur sedemikian rupa, termasuk materi dan metode pembejaran efektif, sekarang pertanyaannya apakah sudah dijalankan berdasarkan qanun itu atau jangan-jangan guru dan para penyelenggaraan pendidikan belum mengetahui isi dari regulasi tersebut yang berorientasi pada syariat Islam, jika ini terjadi maka sangat ironis di tengah upaya pemerintah menggalakkan syariat Islam, justru tidak didukung oleh penyelenggaran pendidikan.

Berikut wawancara DR. Bukhari Daud Kepala Beasiswa Aceh.

Bagaimana bapak melihat Hardikda?

Hardikda adalah hari pendidikan Aceh yang mesti diketahui oleh semua pihak, terutama para generasi muda Aceh, sebab hari tersebut selain dikenal sebagai tonggak sejarah lahirnya para ilmuan, juga sebagai hari berdirinya lembaga pendidikan termegah di Aceh yakni kampus Universitas Syiah Kuala dan IAIN Ar-Raniry yang diresmikan oleh Presiden Soekarno, sehingga memiliki makna sangat amat mendalam.

Lalu, mengapa Hardikda menjadi lebih khusus?

Karena Aceh memiliki kekhususan dari daerah lain di Indonesia keistimewaan dalam bidang pendidikan di Aceh tidak ada di daerah lain, dan Aceh telah mengatur sendiri tentang pendidikan yang dituangkan dalam Qanun.

Apa isi Qanun itu?

Qanun tersebut mengatur tentang tata cara penyelenggaraan pendidikan di Aceh berdasarkan syariat Islam, maka jangan sampai para penyelenggaran pendidikan tidak paham qanun jika ini terjadi maka petaka bagi pendidikan Aceh.

Apakah Syariat Islam menjadi patokan dalam menjalankan pendidikan di Aceh?

Ya, pasti sebab di Aceh publik selama ini ribut untuk menjalankan Syariat Islam secara kaffah, maka untuk mewujudkan keinginan publik Aceh dalam menjalankan Syariat, maka pendidikan Aceh harus kembali ke Qanun Pendidikan yang bernuansa syariat itu, jika ini bisa implimentasikan maka pendidikan Aceh bisa lebih maju dari daerah lain.

Lalu kenapa pendidikan di Aceh terus tertinggal?

Mungkin karena penyelenggara pendidikan tidak mengikuti apa yang diamanahkan oleh Qanun Pendidikan, jangan-jangan ada penyelenggara tidak paham qanun tersebut ini menjadi lebih kacau lagi paparnya.

Bagaimana bapak melihat masalah pendidikan di Aceh?.

Menurut saya saat ini sudah tidak ada lagi anak-anak putus sekolah, sebab semua daerah sudah memiliki lembaga pendidikan, secara geografis semua daerah sudah terjangkau oleh lembaga pendidikan, ini berkat kerjaa keras dari pemerintah.

Bagaimana bapat melihat dunia pendidikan diusia yang setengah abad sejarah lahirnya pendidikan di Aceh?

Menurut saya secara kasat mata infrastruktur pendidikan sudah bagus, tetapi yang menjadi masalah adalah kualitas tenaga pengajar dan ketersediaan bahan bacaan diperpustakaan daerah-daerah yang masih rendah dan ini mesti ada perhatian dan perlu perbaikan.

Apa poblem lain dalam dunia pendidikan?

Selain masalah pustaka, alat peraga juga ketersediaan laboratorium yang masih minim juga ikut terpengaruh pada anjloknya hasil lulusan UN setiap tahun, selain itu juga kualitas guru pada daerah tertentu masih sangat rendah dan tidak mengikuti perkembangan zaman, sehingga metode dan cara yang diajarkan jadi ketinggalan, sehingga siswa lulusan menjadi rendah kualitas. 

Apa upaya yang bisa dilakukan oleh pemerintah?

Yang mesti dilakukan adalah pemerataan guru yang setara antara kawasan perkotaan dengan perdesaan, juga jika ada pembangunan kampus baru seperti poli tehnik tidak melulu di ibukota, tetapi bisa di kecamatan, bahkan di desa sehingga terjadi percobahan dalam cara pandang masyarakat dalam melihat pentingnya pendidikan.

Bagaimana mengatasi kualitas guru yang rendah?

Dinas dan penyelenggara pendidikan harus membuat program-program seperti pelatihan guru, penambahan wawasan baik lewat seminar, workshop dan pendidikan skil khusus dengan menghadirkan tenaga profesional dan hilankan cara pikir penyelenggara pendidikan dari proyek ke peningkatan kapasitas, tenaga pendidik, juga termasuk aparat dinas pendidikan juga perlu dibekali pemahaman tentang kurikulum dan hal lain yang berkaitan untuk kemajuan pendidikan ke depan.

Apa yang harus dilakukan oleh dinas?

Yang mesti dilakukan pihak penyelenggaraan pendidikan kedepan adalah bagaimana proses kembali pada Qanun Pendidikan, juga mengupayakan ada keterlibatan masyarakat untuk sama-sama memajukan pendidikan.

Bagaimana melihat visi pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan di Aceh?

Saya berharap pada pidato gubernur dibawah pimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf pada peringatan hardikda ada sesuatu yang bisa membuat pendidikan di Aceh kedepan lebih maju yang dituangkan dalam visi pemerintah.

Apa harapan bapak pada penye enggara pendidikan disini setengah abad ini?

Saya berharap ada sebuah kebijakan fundamental dari pemerintah dan penyelenggara pendidikan di Aceh dan dapat menghapus imege negatif antara masyarakat perdesaan dengan perkotaan, stigma masyarakat desa bodoh bisa dihapus jika pemerataan kesempatan belajar modern diperkenalkan di Aceh, bisa kita contoh misalnya Malaysia yang dulunya tertinggal tetapi dengan pola pemerataan pendidikan dan mendirikan kampus-kampus modern di daerah desa kawasan tersebut menjadi maju dan ini bisa dibuat di Aceh, jika kita ingin cepat bangkit dari keterpurukan selama ini.

(muhammad hamzah)