Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pendidikan Aceh. Jl. H. Mohd.Daud Beureueh No.22 Kutaalam, Banda Aceh

Berita Pilihan Redaksi

10 Pelajar SMK Akan Bersaing di O2SN Tingkat Nasional373 Siswa SMK se-Aceh Ikut FLS2N Tingkat ProvinsiRakor Pengawas Sekolah untuk Tingkatkan dan Setarakan Pembangunan Pendidikan

BANDA ACEH-Sebanyak 10 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan bersaing di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMK Tingkat Nasional pada 16 hingga 22 September 2018, di Yogyakarta

BANDA ACEH-Sebanyak 373 siswa SMK yang tersebar di seluruh Aceh mengikuti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi yang berlangsung sejak 25 hingga 29 Juli 2018, di Banda Aceh

BANDA ACEH-Pendidikan merupakan proses membangun peradaban bangsa yang integral dan bertumpu pada konsep pertumbuhan, pengembangan, pembaharuan untuk memajukan dan peningkatkan kualitas sumber daya manusia, sesuai dengan peran dinamika kehidupan globalisasi yang mega kompetitif.

TV Tekkomdik Aceh

Pembukaan Lomba Parade Cinta Tanah Air

Pengelolaan Pendidikan Belum Maksimal

MOMENTUM Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke- 54 Aceh, masih banyak tumpang tindih kebijakan. Perbandingan guru yang tak seimbang dengan pemerataan dan kompetensi yag masih rendah menjadi Pekerjaan Rumah (PR) para pengelola pendidikan di daerah.

Sebagai contoh Aceh Utara, jumlah guru non-PNS lebih tinggi dari berbagai jenjang Jumlah guru PNS jauh di bawah guru non-PNS untuk jenjang SD, SLTP, dan SLTA. Padahal, jumlah guru di daerah ini relatif lebih banyak dibandingkan dengan guru di kabupaten lain (lihat grafis).

Kondisi yang sama terjadi pada Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2013 yang masih di bawah kabupaten lain, bahkan kabupaten pemekaran seperti Gayo Lues dan Subulusalam. Aceh Utara dengan peserta UKG sebanyak 1376 orang, namun nilai rata-rata hanya 37,59. Bandingkan Banda Aceh yang memiliki 1160 peserta UKG mampu mencapai nilai rata-rata 39,47 (lihat grafis).

Sementara itu, anggaran pendidikan yang dialokasikan 55 persen untuk kesejahteraan guru belum mampu mendongkrak mutu. Pendidikan dan pelatihan guru 28 persen, sementara gaji guru kontrak 17 persen.