Peringatan Hari Aksara Internasional 2018 Digelar di Idi

Nurul Fajar 18 Desember, 2018 0


Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, ST, MT diwakili Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd membuka secara resmi Hari Aksara Internasional ke-53 di Idi, Aceh Timur, Sabtu (15/12). Momentum tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengkampanyekan buta aksara di tingkat pedesaan.
Kadisdik Aceh Syaridin saat membacakan sambutan Plt Gubernur Aceh, menyampaikan peringatan Hari Aksara Internasional di daerah-daerah ini merupakan bentuk kampanye global pihaknya kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi buta aksara.
“Semoga peringatan HAI ini semakin memperkuat tekad kita untuk memperkuat kerjasama dalam rangka memberantas buta aksara di seluruh Aceh,” harapnya.
Menurutnya, jumlah masyarakat yang masih buta aksara didominasi oleh kalangan masyarakat yang berada di daerah pedesaan. Hal itu erat kaitannya dengan faktor ekonomi masyarakat di daerah tersebut.
“Meski demikian, upaya kita menghapus buta aksara akan terus dimaksimalkan lagi agar dalam dua tahun ke depan, target Aceh bebas dari buta aksara dapat tercapai”, ujarnya.
Dia menyatakan untuk mewujudkannya diperlukan dukungan dari semua pihak, terutama memperkuat tekad melawan buta huruf, sehingga upaya mencerdaskan rakyat dapat terwujud.
Kadisdik Aceh, Syaridin, S. Pd, M. Pd menambahkan peringatakan HAI akandilaksanakan secara bergantian di seluruh kabupaten/kota lainnya di Aceh.
“Kami memberikan apresiasi kepada Pemkab Aceh Timur, yang telah bekerja keras untuk tampil sebagai tuan rumah,” katanya.
Sementara itu, Bupati Aceh Timur, Hasballah M Thaib atau Rocky dalam sambutannya juga menyampaikan terimakasih kepada Plt Gubernur Aceh yang telah memberikan kepercayaan sebagai tuan rumah.
“Hari ini kita bangga, seluruh Bunda PAUD di Aceh bisa hadir di Aceh Timur, karena sangat berjasa dalam mengurangi buta aksara di Aceh,” ujarnya.
Untuk mengatasi buta aksara, Pemkab Aceh Timur telah mengembangkan Lembaga PAUD di 513 gampong di 24 kecamatan.
“Meski Aceh Timur sangat luas dan banyak daerah terpencil, tapi Bunda PAUD terus bekerja keras untuk menekan angka buta aksara, sehingga seluruh warga Aceh Timur mampu membaca dan menulis dan terbebas dari buta aksara,” ujarnya.
Sementara itu, Kadisdik Aceh Timur, Saiful Basri, yang juga ketua panitia menyebutkan, kegiatan HAI di Aceh Timur yang dilaksanakan dari Sabtu (15/12) sampai Selasa (18/12) ini diikuti 2.170 orang dari 20 kabupaten/kota. Sedangkan tiga kabupaten kota lainnya tidak hadir yaitu Simeulue, Aceh Jaya, dan Aceh Barat.
Dalam kegiatan ini juga diperlombakan lima cabang yaitu karya nyata pamong belajar, karya nyata penilik, karya nyata pengelola PKBM, karya nyata tutor pendidikan keaksaraan, dan perlombaan stand pameran.|Fikri