Siswa Aceh Adopsi Pengalaman Jepang Menghadapi Bencana Gempa dan Tsunami

Nurul Fajar 31 Oktober, 2018 0


Kongres High School Student Summit On World Tsunami Awarness Day 2018

Sebanyak 49 Negara yang pernah mengalami dan rentan terhadap terjadinya bencana tsunami mengikuti Kongres High School Student Summit On World Tsunami Awarness Day (Hari Kepedulian Terhadap Tsunami Dunia) 2018 yang berlangsung sejak 30 hingga 1 November 2018 dilaksanakan United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNISDR) sebuah lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang terletak di Kota Wakayama, Jepang. Indonesia menjadi salah satu negara peserta kegiatan tersebut diwakili oleh siswa dan guru yang berasal dari SMAN 2 Banda Aceh yang tergabung dalam komisi C bersama tuan rumah Jepang, Turki, Tonga, Cina dan Korea.

Ketua rombongan Konferensi World Tsunami Awareness 2018 Drs. Mukhtar yang berada di Jepang, rabu (31/10/2018) melaporkan masing-masing perwakilan negara menyampaikan pengalamannya dalam menghadapi bencana tsunami, proses rekontruksi pasca bencana tersebut terjadi dan upaya untuk mengurangi resiko dan dampak bencana gempa dan tsunami di negaranya masing-masing.

“Saya selaku kepala sekolah mengharapkan kepada seluruh peserta dari Aceh untuk dapat mengadopsi semua pengalaman yang pernah terjadi dari anggota negara lainnya, yang nantinya bisa diberikan kepada siswa lainnya di Indonesia, khususnya Aceh” katanya.
Sebelum pelaksanaan kongres lanjut Mukhtar, para peserta dari seluruh negara anggota konferensi terlebih dahulu dibekali beberapa ilmu terkait simulasi penyelamatan diri ketika gempa, setelah gempa, menjelang tsunami dan pasca tsunami yang diperagakan oleh siswa siswi sekolah di wakaya, Jepang yang letaknya tepat dibibir pantai.

“Kami juga diajak untuk mengunjungi Museum Tsunami Jepang untuk melihat keadaan pasca gempa dan tsunami, proses evakuasi korban bencana dan rekontruksi bangunan setelah bencana terjadi. Anak-anak begitu antusias mengikuti setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Jepang tersebut” ujarnya.

Mukhtar menambahkan pada Kongres High School Student Summit On World Tsunami Awarness Day 2018 ini diikuti oleh 400 siswa tingkat sekolah menengah dari 49 negara di dunia. Indonesia diwakili 10 siswa dan 2 guru pendamping dari SMAN 2 Banda Aceh. Kehadiran para siswa siswi dari Aceh mendapatkan perhatian khusus dari tuan rumah Jepang, mereka menganggap Indonesia adalah negara yang sangat rentan terjadinya bencana alam gempa dan tsunami.

“Pada saat diskusi berlangsung, kontingen dari semua negara peserta kongres menanyakan tentang berbagai proses rehab rekon terkait bencana tsunami di Donggala, Palu yang baru saja terjadi dan bagaimana cara pemerintah dalam mempercepat proses rekontruksi di daerah tersebut” ungkapnya.

Beberapa agenda yang berlangsung di Wakayama, Jepang tersebut yaitu penanaman pohon di areal dekat pantai, workshop berbagi pengalaman dari berbagai negara, pemutaran video dari negara-negara peserta kongres, kuliah umum dari Rektor University of Tokyo dan penandatanganan komitmen bersama antar negara peserta kongres.

Sementara kesepuluh duta muda kesadaran Tsunami perwakilan dari Indonesia yaitu Miftah Mardhatillah, Mira Lathifa, Vinca Grace Sihombing, Farah Najwa Alia, Aura Salsabila, Asy Syifa Syaharani, Sulfia Zuchrina, Khairunnisa, Muhammad Abdi Mubarak, Roby Suherman, didampingi Drs.Muchtar Geumpang Kepala Sekolah SMA2 Banda Aceh dan Najwa S.Pd,I,M.HSc.|Fikri